Intisarinews.co.id — Sebagai langkah antisipasi terhadap dampak abu vulkanik akibat erupsi Gunung Merapi yang meluas hingga wilayah Kota Bandar Lampung,Puskesmas Rajabasa Indah bersama lintas sektor Kecamatan Rajabasa melaksanakan pembagian masker kepada masyarakat di wilayah Kecamatan Rajabasa.
Kegiatan tersebut didampingi langsung oleh Kepala Puskesmas Rajabasa Indah, dr. Sarah Prima Ayu, M.KM, bersama Camat Rajabasa, Bapak Rachmatsyah, S.IP, serta para lurah se-Kecamatan Rajabasa. Kolaborasi lintas sektor ini merupakan bentuk kepedulian dan kesiapsiagaan pemerintah serta jajaran kesehatan dalam melindungi masyarakat dari potensi gangguan kesehatan akibat paparan abu vulkanik.
Pembagian masker dilakukan sebagai upaya preventif, khususnya untuk mengurangi risiko terhirupnya partikel abu vulkanik yang dapat mengganggu kesehatan saluran pernapasan, mata, maupun kulit. Masyarakat juga diimbau untuk menggunakan masker dengan benar ketika beraktivitas di luar rumah serta mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila kondisi udara dipenuhi abu.
Kegiatan ini dilaksanakan sebagai tindak lanjut atas instruksi Wali Kota Bandar Lampung, Bunda Hj. Eva Dwiana, dalam rangka meningkatkan kewaspadaan dan memberikan perlindungan kepada masyarakat Kota Bandar Lampung terhadap dampak erupsi gunung api.
Kepala Puskesmas Rajabasa Indah, dr. Sarah Prima Ayu, M.KM, menyampaikan bahwa pembagian masker merupakan langkah sederhana namun penting untuk mengurangi risiko gangguan kesehatan akibat paparan abu vulkanik.
“Kami mengimbau seluruh masyarakat Kecamatan Rajabasa untuk tetap tenang namun waspada terhadap dampak abu vulkanik,penggunaan masker dengan benar sangat penting, terutama ketika masyarakat harus beraktivitas di luar rumah,kami juga mengingatkan masyarakat untuk membatasi aktivitas di luar ruangan apabila kondisi udara banyak mengandung abu, menjaga kebersihan diri dan lingkungan, serta segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan apabila mengalami keluhan seperti batuk, sesak napas, iritasi mata, atau gangguan kesehatan lainnya,” ungkapnya.
Menurutnya, kesiapsiagaan menghadapi dampak abu vulkanik membutuhkan kerja sama seluruh pihak. Sinergi antara Puskesmas, Kecamatan, Kelurahan, kader, serta masyarakat diharapkan dapat memperkuat upaya perlindungan kesehatan masyarakat.
Melalui kegiatan tersebut, Puskesmas Rajabasa Indah bersama lintas sektor Kecamatan Rajabasa berkomitmen untuk terus melakukan edukasi dan pemantauan kondisi kesehatan masyarakat sebagai bagian dari upaya kesiapsiagaan menghadapi dampak bencana.
Tetap tenang, tetap waspada, dan lindungi kesehatan diri serta keluarga dari paparan abu vulkanik.(JML)
![]()
